Gengsi Tanpa Batas: PSIM Yogyakarta Tantang Dewa United di Panggung BRI Super League 2025
Pertarungan sarat gengsi tersaji di BRI Super League 2025 saat PSIM Yogyakarta berhasil menumbangkan Dewa United Banten dengan skor tipis 2–1. Laga di Stadion Mandala Krida ini menjadi bukti semangat pantang menyerah tim Laskar Mataram yang tampil penuh determinasi dan emosi di depan ribuan pendukung setianya.
Dewa United Banten
BRI Super League 2025
Sepak Bola Indonesia
Hasil Pertandingan Liga
Laskar Mataram
Klub Liga Indonesia
PSIM Yogyakarta vs Dewa United
Hasil pertandingan BRI Super League 2025
PSIM vs Dewa United Banten
Skor akhir PSIM Dewa United
Liga Indonesia 2025
PSIM Yogyakarta menang tipis
Gol kemenangan Laskar Mataram
Hasil pertandingan Liga Indonesia
Statistik PSIM vs Dewa United
Strategi pelatih PSIM
Dewa United gagal raih poin
Atmosfer Stadion Mandala Krida
PSIM Yogyakarta menang dramatis atas Dewa United
Pertandingan BRI Super League 2025 di Stadion Mandala Krida
Laskar Mataram tampil agresif dan disiplin
Analisis pertandingan PSIM vs Dewa United
Gol penentu kemenangan PSIM Yogyakarta.
👉Dewa United Officiall
Pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol kemenangan atas Dewa United Banten di Stadion Mandala Krida, BRI Super League 2025.
https://www.olahraga2025.com/2025/10/gengsi-tanpa-batas-psim-yogyakarta.html
Laga sengit antara PSIM Yogyakarta dan Dewa United Banten berakhir dengan kemenangan 2–1 untuk Laskar Mataram di kompetisi BRI Super League 2025.
Duel Sarat Emosi di Tanah Mataram
Pertemuan antara PSIM Yogyakarta dan Dewa United Banten di Stadion Mandala Krida menjadi salah satu laga paling panas di pekan kedelapan BRI Super League 2025. Ribuan suporter memenuhi stadion, membawa bendera biru khas Laskar Mataram yang bergemuruh sejak menit awal.
Baca Juga:https://www.olahraga2025.com/2025/09/real-oviedo-vs-barcelona-duel-sengit.html
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin tetapi juga tentang gengsi, harga diri, dan semangat mempertahankan kehormatan kota Yogyakarta.
PSIM tampil disiplin, energik, dan tak kenal menyerah menghadapi skuad Dewa United yang sarat pemain bintang.
Babak Pertama: PSIM Tampil Agresif, Dewa United Kewalahan
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Sejak menit pertama, PSIM Yogyakarta tampil percaya diri di hadapan publik sendiri. Dukungan suporter Brajamusti dan The Maident membuat atmosfer Stadion Mandala Krida membara.
Pelatih PSIM, Kas Hartadi, menurunkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan kecepatan Taufik Hidayat di sisi kiri dan kreativitas Ahmad Figo di lini tengah.
Sementara itu, Dewa United bermain dengan pola 4-2-3-1, mengandalkan ketajaman Ricky Kambuaya dan Alex Martins di lini depan.
Gol Cepat PSIM Yogyakarta
Pada menit ke-11, publik Yogyakarta bergemuruh. Sebuah umpan silang akurat dari Riyan Miziar disambut sundulan keras Taufik Hidayat yang menembus gawang Dewa United.
Skor berubah menjadi 1–0 untuk PSIM Yogyakarta.
Gol ini menunjukkan mentalitas menyerang dan kecepatan transisi yang jadi kekuatan utama PSIM musim ini.
Dewa United Coba Bangkit, Tapi Pertahanan PSIM Tangguh
Tertinggal satu gol membuat Dewa United meningkatkan tekanan. Mereka menguasai penguasaan bola hingga 65% di babak pertama, tetapi sulit menembus pertahanan PSIM yang tampil disiplin.
Kiper Ega Rizky tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting dari tendangan jarak jauh Rishadi Fauzi dan sepakan bebas Kambuaya.
Menit ke-37, Dewa United hampir menyamakan skor melalui skema sepak pojok, namun tandukan Alex Martins membentur tiang gawang.
Babak pertama berakhir dengan skor 1–0 untuk PSIM, disambut sorakan penuh semangat dari para pendukung Laskar Mataram.
Babak Kedua: Laga Semakin Panas dan Penuh Drama
Masuk babak kedua, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink melakukan perubahan strategi. Ia memasukkan Taufik Hidayat (Banten) dan Dendy Sulistyawan untuk menambah daya gedor.
Perubahan ini langsung berdampak. Dewa United menekan lewat sisi sayap dan memaksa PSIM bertahan lebih dalam.
Menit ke-63, usaha mereka membuahkan hasil. Alex Martins berhasil mencetak gol melalui sepakan keras setelah menerima umpan terobosan dari Rishadi Fauzi.
Skor menjadi 1–1, dan pertandingan pun semakin intens.
Gol Kemenangan PSIM dari Serangan Balik Cepat
Meski sempat ditekan, PSIM menunjukkan karakter pantang menyerah. Menit ke-78, dari situasi serangan balik cepat, Ahmad Figo melepaskan umpan jauh ke arah Taufik Hidayat, yang berlari sendirian menuju gawang.
Dengan satu sentuhan lembut, ia melewati kiper dan mencetak gol keduanya malam itu.
Skor berubah menjadi 2–1 untuk PSIM Yogyakarta, dan stadion seketika bergemuruh.
Gol ini menjadi penentu kemenangan dan membuktikan kecerdikan taktik Kas Hartadi dalam memanfaatkan celah pertahanan lawan.
Statistik Pertandingan
| Statistik | PSIM Yogyakarta | Dewa United Banten |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 45% | 55% |
| Tembakan | 11 | 13 |
| Tepat Sasaran | 5 | 4 |
| Tendangan Sudut | 4 | 6 |
| Pelanggaran | 14 | 10 |
| Kartu Kuning | 2 | 2 |
| Offside | 3 | 1 |
Walau kalah dalam penguasaan bola, PSIM jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan bertahan dengan rapi. Dewa United unggul dalam kontrol permainan, namun kurang tajam di penyelesaian akhir.
Analisis Taktik: Pertarungan Strategi Kas Hartadi vs Jan Olde Riekerink
Pertemuan PSIM Yogyakarta dan Dewa United Banten bukan sekadar duel dua tim kuat, tapi juga adu strategi dua pelatih berpengalaman.
Strategi PSIM: Pressing Ketat dan Serangan Balik Cepat
Pelatih Kas Hartadi memainkan pola permainan yang solid. PSIM tidak mengejar penguasaan bola, tetapi fokus pada efektivitas serangan balik.
Tiga poin utama dari taktik PSIM malam itu adalah:
- Pertahanan Disiplin: Blok tengah dijaga rapat oleh duet bek Rian Miziar dan Hengki Ardiles, membuat Dewa United kesulitan masuk ke kotak penalti.
- Transisi Cepat: Begitu bola direbut, mereka langsung melancarkan serangan vertikal cepat ke arah sayap.
- Efektivitas Finishing: Dua peluang besar diubah menjadi dua gol - bukti efektivitas dan fokus tim di depan gawang.
Pendekatan ini menunjukkan kematangan taktik PSIM dalam menghadapi lawan dengan skuad bertabur bintang.
Strategi Dewa United: Dominasi Tanpa Efektivitas
Sebaliknya, pelatih Jan Olde Riekerink menerapkan permainan berbasis penguasaan bola dengan formasi 4-2-3-1.
PSG kecil versi Indonesia ini mencoba menekan lewat umpan-umpan pendek dan serangan sayap cepat.
Namun, kelemahan mereka ada pada dua hal penting:
- Kurangnya variasi serangan - terlalu sering bergantung pada Alex Martins.
- Tidak ada koordinasi antara lini tengah dan depan saat transisi bertahan.
Meski menciptakan banyak peluang, Dewa United tidak mampu memaksimalkan dominasi mereka menjadi gol tambahan.
Reaksi Pelatih Setelah Pertandingan
Kas Hartadi (Pelatih PSIM Yogyakarta):
Kami tahu Dewa United punya kualitas pemain luar biasa, tapi anak-anak tampil dengan hati dan disiplin. Kemenangan ini milik semua suporter yang tidak berhenti mendukung.
Jan Olde Riekerink (Pelatih Dewa United):
Kami mendominasi bola, tapi kehilangan fokus di momen penting. PSIM bermain efisien dan mereka pantas menang. Ini jadi bahan evaluasi untuk kami.
Komentar kedua pelatih memperlihatkan respek tinggi antara dua tim. Tidak ada saling sindir - hanya pengakuan terhadap kerja keras dan kecerdikan taktik lawan.
Dampak Hasil Ini untuk Kedua Tim
PSIM Yogyakarta: Bukti Kebangkitan Laskar Mataram
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi PSIM. Selain memperbaiki posisi di klasemen, kemenangan ini juga mengangkat moral tim dan fans.
Menjadi tim dengan pertahanan terbaik ketiga di liga sejauh ini.
Menunjukkan bahwa PSIM mampu bersaing dengan klub-klub bermodal besar.
Dewa United: Perlu Evaluasi dan Fokus Mental
Bagi Dewa United, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga.
Mereka masih menjadi tim yang kuat di atas kertas, tetapi:
Kurang fokus di menit akhir.
Kurang efektif dalam menyelesaikan peluang.
Perlu rotasi pemain untuk menjaga stamina dan mental di laga tandang.
Pelatih Riekerink kemungkinan besar akan melakukan perubahan formasi pada laga berikutnya, menambah pemain bertipe kreator agar lini tengah lebih hidup.
Refleksi dan Kesimpulan Pertandingan
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta vs Dewa United Banten di BRI Super League 2025 benar-benar menggambarkan semangat kompetisi sepak bola Indonesia yang sesungguhnya - penuh emosi, drama, dan ambisi.
PSIM Yogyakarta tampil disiplin dan menunjukkan bahwa semangat juang serta kerja sama tim mampu menaklukkan strategi lawan yang lebih diunggulkan di atas kertas.
Dengan skor 2–1, Laskar Mataram berhasil menegaskan identitas mereka sebagai tim yang kuat, berani, dan pantang menyerah di hadapan pendukung sendiri.
Sementara Dewa United, meski kalah tipis, tetap memperlihatkan permainan terbuka dan komitmen tinggi untuk menampilkan sepak bola menyerang yang menghibur.
Makna Kemenangan Ini
1.Momentum Kebangkitan PSIM:Kemenangan ini jadi bukti konsistensi PSIM Yogyakarta di bawah asuhan Kas Hartadi. Mereka kini mulai diperhitungkan dalam perburuan papan atas liga.
2.Mental Juara Mulai Terbentuk:
Dua gol Taufik Hidayat bukan hanya hasil kerja keras, tapi juga simbol karakter tim yang tak mudah menyerah meski ditekan lawan.
3.Pesan untuk Klub Besar:
Hasil ini menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, bukan hanya modal finansial yang menentukan hasil - tapi semangat, taktik, dan kepercayaan diri.
Kata Penutup
Malam di Stadion Mandala Krida akan dikenang sebagai salah satu momen paling emosional bagi suporter PSIM Yogyakarta.
Kemenangan 2–1 atas Dewa United bukan hanya tentang angka di papan skor, tapi tentang identitas, kebanggaan, dan gairah sepak bola sejati.
Dewa United mungkin pulang tanpa poin, namun mereka membawa pelajaran penting: tidak ada kemenangan tanpa konsentrasi penuh hingga peluit akhir.
Sepak bola Indonesia sedang menuju era baru - di mana taktik, mental, dan semangat lokal mulai berbicara lebih keras daripada nama besar.
Dan malam itu, PSIM Yogyakarta menjadi buktinya.
Tentang Penulis
Primus adalah jurnalis dan penulis olahraga yang fokus pada analisis taktik dan filosofi permainan sepak bola Indonesia.
Melalui platform Dunia Olahraga 2025, ia menghadirkan artikel mendalam dan orisinal, membahas aspek strategis, emosi, dan nilai budaya dalam setiap pertandingan.
Primus percaya bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang menyatukan semangat, perjuangan, dan kebanggaan bangsa.

Posting Komentar untuk "Gengsi Tanpa Batas: PSIM Yogyakarta Tantang Dewa United di Panggung BRI Super League 2025"