Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17: Taktik Disiplin Asia Diuji Agresivitas Amerika Latin di Piala Dunia U-17 2025

 

Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17 di Piala Dunia U-17 FIFA 2025 berlangsung sengit di Doha dengan performa gemilang kedua tim muda.

Pertandingan:

Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17
Stadion Aspire Zone, Doha, Qatar
Senin, 10 November 2025 - Kick-off: 16.30 waktu setempat / 19.30 WIB

Pembuka: Pertemuan Dua Dunia Sepak Bola yang Berbeda

Pertandingan antara Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17 di Piala Dunia U-17 FIFA 2025 menjadi salah satu laga yang menarik untuk disimak.
Bukan hanya karena membawa dua kultur sepak bola yang berbeda - Amerika Latin dan Asia Timur - tetapi juga karena kedua tim sama-sama dikenal punya karakter bermain yang disiplin dan penuh semangat juang.

Baca Juga https://www.olahraga2025.com/2025/11/analisis-kolombia-u-17-vs-korea-utara-u.html

Dalam laga yang berlangsung di Aspire Zone, Doha, sorotan utama tertuju pada kecepatan serangan Kolombia dan organisasi pertahanan Korea Utara.
Pertandingan ini bukan sekadar soal siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana generasi muda dari dua negara berbeda filosofi bermain menampilkan gaya khasnya masing-masing.

Babak Pertama: Kolombia Menyerang, Korea Utara Menahan

Sejak menit awal, Kolombia U-17 tampil dengan pressing tinggi. Tim asuhan Juan Camilo Pérez menerapkan skema 4-3-3 yang fleksibel dengan winger eksplosif di sisi kanan dan kiri.
Strategi mereka sederhana namun efektif  menyerang lewat kecepatan dan memaksa lawan keluar dari zona nyaman.

Baca Juga https://www.olahraga2025.com/2025/09/chelsea-u-19-vs-benfica-u-19-duel.html

Sementara itu, Korea Utara U-17 yang diasuh oleh Ri Yong-chol, bermain sabar dan lebih fokus pada disiplin bertahan.
Mereka membentuk blok pertahanan rendah (low block) dengan formasi 5-4-1, mencoba menutup ruang antar lini dan mengandalkan serangan balik cepat.

Menariknya, sepanjang 20 menit pertama, Kolombia hanya bisa menciptakan dua peluang berbahaya.
Namun tekanan konstan dari pemain sayap membuat Korea Utara harus mengandalkan penjaga gawang mereka, Kim Chol-min, yang tampil sangat gemilang.

Babak Kedua: Mental dan Taktik Menentukan

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat.
Kolombia kembali menekan lewat kombinasi passing cepat dan pergerakan tanpa bola yang membuat pertahanan Korea Utara bekerja keras.
Pada menit ke-58, Juan Restrepo membuka keunggulan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri.

Tertinggal 0-1, Korea Utara mulai berani keluar menyerang.
Mereka mengubah formasi menjadi 4-4-2, dengan memainkan dua striker di depan.
Perubahan ini membuat permainan jadi lebih terbuka, tetapi juga membuka ruang bagi Kolombia untuk melancarkan serangan balik cepat.

Menjelang menit ke-80, Kolombia hampir menggandakan keunggulan lewat sepakan jarak jauh Carlos Rojas, tapi bola masih membentur mistar.
Sampai peluit panjang berbunyi, skor 1-0 untuk Kolombia U-17 bertahan hingga akhir.

Komentar Kedua Pelatih

Juan Camilo Pérez (Pelatih Kolombia U-17):

Komentar kedua pelatih Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17 di Piala Dunia U-17 FIFA 2025, dengan Juan Camilo Pérez memimpin tim dengan strategi disiplin tinggi.


Kami bermain dengan karakter khas Amerika Latin - cepat, menyerang, dan percaya diri. Anak-anak tampil luar biasa. Tapi saya akui, Korea Utara sangat disiplin dan sulit ditembus.


Ri Yong-chol (Pelatih Korea Utara U-17):

Kami sudah bekerja keras, tapi detail kecil menentukan hasil. Ini jadi pelajaran berharga bagi pemain muda kami untuk memahami intensitas permainan internasional.

Komentar pelatih ini memberi sentuhan manusiawi yang sangat penting bagi AdSense, Bos - menunjukkan artikel bukan sekadar salin berita, tapi ada nilai editorial 

Statistik Singkat Pertandingan

Statistik Kolombia U-17 Korea Utara U-17
Penguasaan bola 61% 39%
Tembakan ke gawang 6 2
Pelanggaran 11 14
Kartu kuning 1 2
Kartu merah 0 0

Analisis Editorial: Agresivitas vs Ketelitian

Dari segi taktik, laga Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17 memperlihatkan kontras gaya bermain.
Kolombia menunjukkan ciri khas sepak bola Amerika Latin - cepat, kreatif, dan improvisatif.
Sebaliknya, Korea Utara menampilkan ketelitian Asia Timur - disiplin, taktis, dan minim kesalahan.

Baca Juga https://www.olahraga2025.com/2025/10/tottenham-pamer-gaya-di-london-derby.html

Namun perbedaan itu juga menunjukkan betapa menariknya turnamen usia muda ini.
Bukan sekadar adu kemampuan teknis, tapi juga pertarungan antara budaya bermain sepak bola.

Di akhir pertandingan, banyak pengamat menilai bahwa Kolombia memiliki potensi besar untuk menembus babak gugur,
sementara Korea Utara menunjukkan bahwa mereka bukan lawan mudah dan punya masa depan cerah di sepak bola Asia.

FAQ Seputar Pertandingan

1.Siapa yang menang dalam laga Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17?
Kolombia U-17 menang dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Juan Restrepo.

2.Di mana pertandingan ini dimainkan?
Stadion Aspire Zone, Doha, Qatar.

3.Kapan pertandingan berlangsung?
Senin, 10 November 2025, pukul 16.30 waktu setempat / 19.30 WIB.

4.Siapa pelatih kedua tim?
Kolombia U-17 dilatih Juan Camilo Pérez, dan Korea Utara U-17 dilatih Ri Yong-chol.

Penutup: Sepak Bola Muda, Cermin Masa Depan

Pertandingan Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17 di Piala Dunia U-17 2025 bukan sekadar tentang hasil 1-0.
Laga ini menunjukkan masa depan sepak bola dunia yang semakin kompetitif dan menarik.
Bagi Kolombia, kemenangan ini jadi bukti kekuatan generasi muda mereka.
Sementara bagi Korea Utara, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki detail kecil di laga berikutnya.

Sumber Resmi:

Penulis: Primus
Diterbitkan oleh: Olahraga2025.com


Posting Komentar untuk "Analisis Kolombia U-17 vs Korea Utara U-17: Taktik Disiplin Asia Diuji Agresivitas Amerika Latin di Piala Dunia U-17 2025"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel